Setelah berniat sekiat lama, akhirnya blog infonya palopo mengudara juga (radio kale... :p)... meskipun blog tp insya allah isinya akan up to date tentang berita-berita kota palopo & luwu raya yang di himpun dari harian lokal kota palopo maupun dari web,,, mmmm... mo ngomong apa lagi ya??? uda ach,, mo baca-baca koran dulu.... kali aja da berita yang HOT.... hehe... ditunggu masukannya ya... mari ki' di'.... ^^

Salam dari Palopo,
Muhammad Darmawan

Rabu, 26 Mei 2010

Rabu, 26 May 2010,
Sumber, Palopo Pos

PALOPO -- Setelah memeriksa ulang 16 kepala kelurahan, giliran Sekretaris Pengawas Penyaluran Beras Raskin (Raskin) tahun 2009, Darmo Junaid memenuhi panggilan penyidik Kejari Palopo, Selasa, 25 Mei kemarin. Darmo yang juga K Masyarakat dan Perempuan (BPMP) Kota Palopo ini diperiksa selaku saksi atas dugaan penyelewengan raskin 2009 yang melibatkan sejumlah lurah dan lurah. Pejabat Pemkot Palopo itu diperiksa penyidik kejaksaan, Greafik SH, di kantor Kejari Palopo sekira 1 setengah jam.
Usai pemeriksaan, Greafik yang ditemui mengatakan, berdasarkan keterangan Darmo, tidak menutup kemungkinan 16 oknum lurah tersebut akan menjadi tersangka.
"Kami tengah melakukan pengusutan atas kasus tersebut, tapi kami tidak bisa memberikan jawaban pasti karena sedang berlangsung penyidikannya," terang Greafik.
Menurut Greafik, tidak menutup kemungkinan jika para oknum lurah terbukti menerima suap maka mereka terancam tersangka dan ditahan berdasarkan aturan hukum yang berlaku. Soal siapa saja 16 lurah tersebut, Greafik masih bungkam. "Saya tidak berani menyebutkan identitas oknum-oknum lurah untuk dipublikasikan sebelum ada perintah Kajari," katanya, beralasan.
Sementara itu, Darmo yang dikonfirmasi mengaku tidak menyangka Raskin 2009 bermasalah. Pasalnya, Satker yakni Bulog Palopo serta pengawas pendamping melaporkan padanya bahwa penyaluran beras raskin berjalan 100 normal tanpa masalah. "Saya tidak yakin begini jadinya. Setahu saya raskin tersebut sudah tersalurkan dengan prosedur," kata Darmo, saat ditemui usai memberikan keterangan tambahan pada penyidik kejari Palopo. Ketika ditanya soal penahanan Konstansyah, Darmo menyebutkan itu adalah wewenang penyidik. Yang pasti, jika Konstansyah dan Asminuddin ditahan atas dugaan korupsi suap, maka pihak yang menerima suap semesti ditahan juga.

Selasa, 25 Mei 2010

Jual Ayam Nenek, Cucu Dikeroyok

Rabu, 26 May 2010,
Sumber, palopo pos

PALOPO-- Gara-gara menjual seekor ayam neneknya, Ipan (16) warga kompleks perumahan Imbara Permai I, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo dikeroyok Ronal dan Wawan beserta sejumlah pemuda lainnya yang tak lain adalah sepupunya Selasa 25 Mei, sekira pukul 21.30 Wita, malam tadi. Buntutnya, Ipan mengalami luka memar di pipi kanan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Palopo Pos di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menyebutkan, bahwa kasus penganiayaan tersebut dipicu karena Ipan mengambil ayam neneknya seekor beberapa waktu lalu kemudian menjualnya di kawasan TPI Kota Palopo. Untuk sebagai gantinya, Ipan memberikan uang senilai Rp100 ribu kepada neneknya. Dan itu tidak dipermasalahkan sang nenek.
"Tidak ditahu pasti pak kenapa mereka (Ronal dan Wawan, red) yang marah. Sehingga mereka datang bersama beberapa temannya dan langsung memukul Ipan," ujar beberapa orang saksi di TKP malam tadi.
Lanjut saksi, selain menganiaya korban, Ronal dan Wawan juga sempat melempari rumah korban dengan hujanan batu. "Kami kaget, sehingga menelpon polisi," tambah saksi.
Kapolsek Wara Selatan, AKP Budi Gunawan, yang ditemui di TKP membenarkan informasi penganiayaan tersebut. Budi menuturkan, bahwa kasus tersebut sudah dalam penanganannya. "Pelaku sementara dalam pengejaran," cetus Budi.
Selain melibatkan jajaran Polsek Wara Selatan, kejadian ini juga melibatkan jajaran Buru Sergap (Buser) Polres Palopo. Kepala unit Sentar Pelayanan Kemasyarakatan (SPK) Polres Palopo, Ipda Muhammad Henrik, beserta jajarannya juga turun ke TKP.
Hingga berita ini naik cetak, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap para tersangka. Dan untuk menjaga melebarnya perkara tersebut, aparat Polsek Wara Selatan di standbykan di sekitar TKP. (yat/ikh/t)

Rabu, 05 Mei 2010

Kafilah Palopo Target Juara Umum

Rabu, 05 May 2010, view 6 x
Sumber : PalopoPos.co.id

PEMERINTAH dan masyarakat Kota Palopo selaku tuan rumah pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke XXVI se Sulsel buka hanya ingin meraih sukses dalam pelaksanaan, namun memiliki keoptimisan untuk meraih sukses dalam pDemikian yang diungkapkan Sekretaris Umum Panitia Lokal MTQ Palopo, Arifin Difinubun, kepada Palopo Pos, Selasa 4 Mei 2010, kemarin. Arifin menuturkan, Kota Palopo yang bertindak selaku tuan rumah akan tampil maksimal dan penuh sportifitas untuk meraih juara umum. ''Kami siap menggeser kafilah Kota Makassar selaku juara umum pada MTQ XXV di Kabupaten Luwu,'' ujar Arifin.
Menurut Arifin, keoptimisan kafilah Kota Palopo itu didasarkan pada pelatihan-pelatihan dan persiapan yang dilakukan selama tiga bulan jelang lomba, 5-10 Mei mendatang. "Degan melihat kemampuan para peserta, kami optimis merebut juara umum. Apalagi ditambah dengan kemampuan peserta lomba kesidah rebana yang juga bakal menjadi juara," jelas Arifin.
Kata Arifin, pada kesempatan kali ini, pihaknya akan menurunkan peserta sebanyak 45 orang untuk turun di tujuh kategori yang akan dilombakan. "Prinsip kami MTQ tahun ini adalah sukses dalam tiga bidang, yakni sukses penyelengaraan, sukses partisipasi, dan sukses prestasi. Dan yang paling penting adalah Kota Palopo sebagai tuan rumah sudah mempersiapkan qori-qoriahnya dan akan membuat sejarah baru," kunci Arifin

Minggu, 02 Mei 2010

Hujan Deras, Zikir Bersama Tetap Hikmad

Sumber : PalopoPos.co.id
Jumat, 30 Apr 2010, view 14 x



PALOPO-- Zikir bersama Muspida jelang MTQ Sulsel ke-16 di Lapangan Gaspa Palopo (lokasi MTQ), malam tadi diwarnai hujan deras. Meski demikian, zikir yang dipimpin Ustazd HM Amin tetap berlangsung dengan penuh hikmad.Zikir yang dimulai usai salat Isa dihadiri Wakil Walikota Palopo, Rahmat Masri Bandaso, Ketua DPRD Drs Tasik, Kapolres Palopo, AKBP Mustaring SSos, Dandim 1403 Sawerigading Letkol Inf. Dede Indrazat, Sekretaris Daerah Kota (Sekkot), HM Jaya.
Selain itu, sejumlah PNS, anggota TNI/Polri, anggota dewan, TP-PKK, sekira 50 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, ikut pula ambil bagian dalam zikir. Semua mengenakan pakaian serba putih.
Ketika zikir dimulai, semua peserta terdiam dan mengikuti zikir ini penuh dengan hikmad. Mengucapkan kalimat-kalimat Allah sampai ada yang meneteskan air mata.
Sehabis zikir yang dilakukan kurang lebih 30 menit dilanjutkan dengan doa bersama agar pelaksanaan MTQ ini sesuai dengan yang di harapkan nantinya. Dilanjutkan dengan nyanyi lagu rohani bernuansa keislaman yang dibawakan oleh Tim Penggerak PKK.
HM Jaya dalam sambutannya menyampaikan, dengan zikir dan doa bersama ini, diharapkan pelaksanaan MTQ ke-16 berjalan sukses. Baik itu dari aspek penyelenggaraan, prestasi, dan partisipasi seluruh elemen yang ikut andil dalam kegiatan ini.
''Sampai ini malam panitia telah bekerja sesuai dengan job kerjanya. Kalau dihitung-hitung, bobotnya mencapai 95 persen,'' kata Sekkot sebelum zikir dimulai.
Hanya berselang beberapa saat setelah Sekkot menyampaikan sambutan, tiba-tiba bunyi guntur menggelegar diikuti hujan turun dengan derasnya. Peserta pun dizikir pun basah kuyub kehujanan. Meski kehujanan, peserta zikir tidak bergeming, mereka tetap khusuk melaksanakan zikir.
''Dengan ada hujan, pertanda kegiatan zikir bersama ini diberkahi oleh Allah SWT,'' ujar salah seorang peserta zikir.

Rabu, 28 April 2010

Damkar Semprot Jalan Hingga Dini Hari

Sumber : PalopoPos.co.id
Kamis, 29 Apr 2010,


PALOPO-- Jelang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 29 dan penilaian adipura tahap dua, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palopo, lembur membersihkan sejumlah ruas jalan yang ada di kota peraih tiga piala adipura ini, hingga Kamis dini hari tadi. Sebanyak 36 personil termasuk, Kepala Damkar, Maxmiliam bersama tiga pejabat jajaran Damkar, ikut ambil bagian pada pembersihan itu.
Pantauan Palopo Pos, Kamis dini hari tepatnya pukul 01.30 wita, pembersihan ruas jalan dilakukan di Kelurahan Salobulo sampai pertigaan Jl. Pangeran Diponegoro. Damkar juga fokus pembersihan di ruas jalan tempat dibangunnya pasar moderen. Pembersihan yang dilakukan, sekaligus menindak lanjuti laporan masyarakat tentang debu yang berterbangan pada siang hari.
"Khusus di depan pasar moderen kita lakukan pembersihan. Ini terkait laporan masyarakat mengenai aktivitas pengendara terganggu akibat debu yang berterbangan," ungkap Andi Kalik, Kasi Sarana Prasarana, Damkar, kepada Palopo Pos, Kamis, 02.00 Wita dini hari tadi.
Bukan hanya itu, lanjut dia, 36 porsonil yang disiagakan melakukan pembersihan berdasarkan waktu yang sudah ditetapkan pada aturan Damkar. Kelompok pertama, harus melakukan pembersihan dua jam kemudian dilanjutkan dengan kelompok kedua. Peran Damkar bukan hanya menangani masalah kebakaran. Akan tetapi, membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo, di sektor pembangunan.
"Pembersihan yang kami lakukan sekaligus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Bukan hanya melayani masalah kebakaran tetapi mendukung pemerintah, "pungkasnya.

Minggu, 25 April 2010

BUSYET>>>>>>

tadi pagi pas berangkat ke kantor, anak SMA pada rame kumpul di depan sekolahnya.... maklum hari nie kan ada pengumuman hasil kelulusan tingkat SMA.... wuich, untuk meluapkan kegembiraannya, mereka mencoret-coret seragam sekolahnya... ^^
kalau liat peristiwa tadi, jadi ingat dengan anak-anak jalanan (baca kurang mampu) yang ingin sekolah... coba sergam yang mereka punya itu disumbangkan kepada anak-anak yang membutuhkan, kan lebih berguna daripada dicorat-coret begitu,,,,, hmmm.... kasian juga khan kalau corat-coret baju di depan teman-temannya yang tidak lulus... :(

Senin, 19 April 2010

SATPOL BERI KERINGANAN HOTEL HORAS

Harian Palopo Pos 20 April 2010

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Pemkot Palopo memberikan keistimewaan terhadap Hotel Horas. Ia yang seharusnya membayar izin gangguan (HO) Rp. 4 Juta menjadi Rp. 600 ribu. itu dilakukan lantaran kurangnya tamu yang masuk di hotel tersebut

hal itu diungkapkan Kepala Satpol-PP, Drs. Waras Rasyid, M.Si, yang dihubungi pihak palopo pos kemarin, senin 20 april. Ia mengatakan terpaksa memberikan keringanan kepada Hotel Horas dalam pengurusan izin gangguan. "Kita ingin izin Ho dibayar sesuai ukuran gedung, tapi pengusaha banyak mengeluh," kata Waras.

Waras mengaku tidak bisa memaksakan para pengusaha untuk membayar ukuran enam unit bangunan di kompleks Hotel Horas tersebut. Pemberinan keringanan dalam pembayaran izin gangguan tidak merata kepada semua pelaku usaha. Satpol PP sebagai leading sektor izin gangguan ini hanya melihat, pengusaha yang layak diberikan keistimewaan tersebut. dimana gedung yang diukur, tidak produktif.

"kami sudah melakukan pengukuran, dan ukuran 6 gedung itu ada di tim teknis HO yang dijabat Kasiba, silahkan berhubungan" kata Waras.

Elisabet Seru, SH, MH, Sekretaris komisi I DPRD Kota Palopo, memberikan klarifikasi mengenai pembayaran HO Hotel Horas memang hanya Rp. 4juta." tapi yang dibayar hanya Rp. 600ribu kepada pemerintah Kota Palopo," kata Elisabet. Menurutnya komisi I dan Satpol-PP sudah melakukan pengukuran di lapangan.